Search This Blog

Wednesday, 29 August 2012

Dalam Indahku

   Bagai sinar bulan di malam gelap, bagai harum lembut melati putih yang ku cium di pagi hari. Seorang sosok yang menyegarkan pikiranku di kala semua beban terjatuh tepat di atas ubun - ubun kepalaku, kau bagaikan ani - ani yang menyiangi semu masalahku satu per satu. Senyummu, cerah parasmu, harum tubuhmu seperti menghentikan dan menghemat pemakaian waktuku dalam seketika, lalu ku rasa sebagai manusia paling beruntung di dunia yang dapat bersanding untuk melindungimu.

   Bulan sabit yang ada di antara kedua bola matamu begitu legit kurasa. Walau kadang berubah menjadi tempurung dalam secepat kilat, namun kau telah tertancap erat di pengatur pola pikirku dan terciptalah keindahan indrawi. Sebuah indra yang kurasa lebih hebat dari indra ke-6, dan seakan menjelma menjadi cat lukis untuk menjadikan peranku sebagai sebuah kanvas, kini ku serahkan padamu, ingin kau lukis apa kanvas ini? Sebuah pertanyaan yang hany kebahagiaanlah jawabannya, namun tak menutup celah untuk sebuah kegalauan sebagai bumbu penyedap.

   Kau sosok yang tak sempurna, kau rapuh dalam raga namun kuat seperti rumput yang takkan tumbang oleh topan dalam menjaga perasaanku, kau kokoh dalam cintamu, kilauan pedangmu yang menyilaukan mataku telah tertancap sempurna di sisi lembut hatiku. Kini imajiku telah melambung tinggi, bagai balon udara yang terus di suplai oleh api kasihmu. Dan terima kasih atas pedang itu, karna itulah senjataku dalam menghadapi semua masalah- masalahku. Dari semua tulisan usangku telah ku rangkai benang - benang rajutan hingga terciptalah simpul keindahan, KAU SEMPURNA dalam indahku!

-Bayu-

1 comment: