Search This Blog

Sunday, 18 January 2015

Boomerang Patah

Aku, tak perlu menghabiskan miliaran dollar untuk bertamasya ke ruang angkasa, karena aku sudah tau bagaimana rasanya hampa. Aku terbang, melayang, tak menginjak daratan, namun tak tau akan kemana dan harus kemana. Cawan prasangkaku berkata "Kamu adalah boomerang, sejauh apapun kau kulempar, tetap saja kau akan mendarat digenggamanku", entah apa maksud dia berkata begitu, dia menceritakan "Dia" si boomerang itu, bukan aku, ah aku bosan.
Sampai saat ini aku masih mengenal konsep "Kita", bukan hanya tentang aku atau kamu. Sebuah mega proyek yang kini berhenti karena kekurangan suplai dana untuk melanjutkannya, dan juga perjanjian kedua belah pihak yang gugur karena adendum yang diajukan tidak sesuai persyaratan. Proyeknya keren, jangka panjang dan isi perjanjiannya win-win solution. Proyek itu susah, namun banyak yang bisa mengerjakan proyek ini, walaupun butuh suplai dana yang besar, tiap hari, seumur hidup.
Melihat masa lalu itu seperti dikejar anjing rabies yang liurnya mengandung berjuta-juta bakteri yang kalau kita sampai tergigit bisa bikin mati. Mengerikan sekaligus berbahaya. Kini kuputuskan untuk tidak berhiperbola, dan sebelumnya aku ingin mengucapkan "Selamat tinggal proyek lama". Walaupun masih setengah jadi, tapi pasti bermanfaat, buat sarang walet yang pulang ketika petang tiba.


No comments:

Post a Comment